Polisi Usut Kasus Berdarah Ambokembang Pekalongan: 4 Tersangka Ditangkap, Penyebab Kematian Masih Misteri
Azizatul Khifdiyah - Sunday, 11 October 2026 | 08:12 AM


Berdasarkan laporan, pihak Kepolisian Resepor (Polres) Pekalongan mendalami kasus berdarah yang terjadi di kawasan Ambokembang, Kabupaten Pekalongan. Peristiwa yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya menjadi korban dugaan penganiayaan. Insiden misterius ini melibatkan sekelompok orang yang diduga pelajar atau anak di bawah umur yang melintas menggunakan sepeda motor dari arah Kota Pekalongan menuju Kedungwuni hingga kawasan Ambokembang.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Fauzi Surya Chandra, memberikan keterangan terkait penanganan perkara ini saat diwawancarai di sela-sela serah terima jabatan Kapolres baru di Mapolres Pekalongan. Polisi bergerak cepat dan telah menetapkan empat orang tersangka dalam dugaan tindak pidana penganiayaan serta pengrusakan satu unit sepeda motor Honda PCX. Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik mengumpulkan keterangan saksi, bukti video, serta memeriksa para pihak terkait.
"Alhamdulillah, kurang dari 1x24 jam sudah berhasil kita amankan 4 orang," ungkap AKP Fauzi Surya Chandra.
Meski empat orang telah ditangkap, polisi menyatakan bahwa penyebab pasti kematian korban yang meninggal dunia masih terus diselidiki. Korban tewas diketahui sempat mengalami kecelakaan lalu lintas dengan menabrak tiang sebelum terjadinya aksi pemukulan oleh masyarakat. Untuk memastikan penyebab kematian utama, penyidik melakukan olah TKP ulang bersama tim Laka Lantas dan tim identifikasi serta melaksanakan proses autopsi.
"Untuk sampai saat ini, terhadap satu orang yang meninggal dunia, dapat disampaikan bahwa kita sedang melakukan penyelidikan mengenai penyebab pasti kematiannya," jelasnya.
Kronologi awal menunjukkan bahwa rombongan sepeda motor yang melaju beriringan membawa senjata tajam hingga dua di antaranya terjatuh. Warga setempat yang awalnya hendak membantu lantas melakukan tindakan pemukulan setelah mendapati adanya senjata tajam. Polisi juga menyita tiga unit telepon genggam serta satu gagang senjata tajam dari tempat kejadian perkara.
"Nah, di sana dilihat bahwa ketika itu 3 motor beriringan, 2 motor jatuh. Sehingga di sana masyarakat sebenarnya ingin menolong, tetapi karena mengetahui membawa senjata tajam, maka masyarakat langsung melakukan pemukulan," terangnya.
Penyidik kini menelusuri isi dari tiga ponsel yang disita untuk mengetahui kemungkinan keterkaitan rombongan tersebut dengan kelompok kreak. Selain itu, polisi menegaskan belum menemukan hubungan antara kejadian Ambokembang ini dengan peristiwa lain di wilayah Wiradesa. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam mengantisipasi keresahan sosial.
"Bagaimanapun penganiayaan tidak boleh dilakukan," tegasnya.
Next News

Banjir Bandang Terjang Padang Usai Hujan Deras: Belasan Warga Terjebak di Loteng Rumah, Jalan Utama Lumpuh Total
in 6 hours

Sedang Tiduran Main HP, Pemilik Bengkel Tambal Ban di Boyolali Diberondong Tembakan Senjata Airsoft Gun
in 6 hours

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
a day ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
a day ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
15 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
15 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
18 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
2 days ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
2 days ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
2 days ago




