Minggu, 24 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kemitraan Strategis Prabowo-Inggris Senilai Rp 135 T, Perkuat Beberapa Sektor di Indonesia

Admin WGM - Thursday, 22 January 2026 | 05:54 PM

Background
Kemitraan Strategis Prabowo-Inggris Senilai Rp 135 T, Perkuat Beberapa Sektor di Indonesia
Presiden Prabowo dan Raja Charles III (Instagram/https://www.instagram.com/kemensetneg.ri)

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Inggris memberikan beberapa capaian strategis untuk memajukan stabilitas ekonomi nasional. Komitmen investasi yang dibawa Prabowo senilai Rp 135,5 triliun atau US$ 8,5 miliar dari para pengusaha Inggris yang sudah bersedia untuk melakukan investasi. 

Sebelumnya, melalui delegasinya Prabowo telah melakukan kesepakatan mitra dengan Inggris yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Dilansir dari laman KompasTV, Prabowo melihat peluang investasi Inggris untuk Indonesia saat menghadiri forum bisnis dan investasi di Lancaster House, dengan sambutan Wakil Perdana Menteri Inggris Raya, David Lammy. 

"Kita memandang UK, Inggris, sebagai sesuatu partner yang nanti bisa sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita, mereka punya teknologi, keuangan, finance yang sangat kuat. Mereka berminat investasi di Indonesia," ujar Prabowo dalam video yang dipublikasikan Kedubes Inggris untuk Indonesia, (21/1/2026). 

Pertemuan dengan pemerintahan Inggris, Prabowo mendapat tiga kesepakatan yaitu komitmen investasi Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara Rp 90 triliun, penguatan kerja sama di bidang maritim, dan perluasan kerja sama pendidikan tingkat tinggi. Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengkonfirmasi hasil kunjungan kerja dalam dua hari kemarin akan segera dirasakan masyarakat Indonesia. 

"Jadi yang tadi saya sebutkan itu dalam waktu dua hari di sisi, beliau ingin secepat mungkin, sebesar mungkin ada manfaat yang didapat oleh Indonesia," ungkap Teddy yang dilansir dari laman Kompas.com, Kamis (22/1/2026).  

Perkuatan sektor maritim Indonesia mencakup kerja sama pengembangan industri kapal, peningkatan kapasitas produksi nasional, serta penguatan ekosistem industri maritim berkelanjutan. Pembangunan 1.582 kapal nelayan akan diproduksi dan dirakit di Indonesia yang akan menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja. 

"Nah yang menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang. Kenapa? Karena nanti diproduksi dirakitnya di Indonesia," ungkap Teddy lebih lanjut. 

Rancangan ini tentunya akan memberikan dampak ekonomi nasional yang secara langsung memberikan lapangan pekerjaan dan akan melibatkan industri pendukung seperti logistik, bahan baku, pelatihan tenaga kerja, hingga sektor jasa dalam proyek besar ini. Selain itu, kerja sama maritim ini merupakan bagian dari Maritime Partnership Programme (MPP) yang dikepalai oleh perusahan pertahanan global dari Inggris, Babcock. 

Sementara itu, dalam perluasan sektor pendidikan, Prabowo turut mendorong adanya kerja sama yang mencakup rencana pendirian kampus Inggris di Indonesia, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, dan program pertukaran dosen dan tenaga pengajar. Pertemuan dilakukan dengan perwakilan 24 universitas terkemuka Inggris seperti King's College, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh. 

"Kemarin Bapak Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas top di Inggris Raya, Jadi ada King's College, Oxford University, Imperial College, kemudian  Edinburgh, gitu ya kira-kira dan 20 lainnya," ungkap Teddy yang dilansir dari laman Kompas.com. 

Kerja sama penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, Prabowo menginginkan 10 kampus baru di Indonesia yang berfokus di bidang kedokteran dan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics). Melalui Seskabnya, Prabowo menegaskan bahwa seluruh agenda kerja ke luar negeri diarahkan untuk memberikan dampak bagi Indonesia.