Kabut Asap Karhutla Kepung Pontianak, Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan
Admin WGM - Sunday, 30 August 2026 | 10:56 AM


Ribuan umat Islam melaksanakan salat istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Sabtu (29/8/2026) pagi. Salat meminta hujan tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama di tengah kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salat istisqa diikuti masyarakat dari berbagai kalangan bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk permohonan agar hujan segera turun dan membawa keberkahan.
Pelaksanaan salat berlangsung ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pontianak. Sejumlah jemaah bahkan mengenakan masker saat beribadah sebagai bentuk perlindungan dari paparan asap yang semakin pekat.
Kondisi tersebut terjadi setelah kemarau panjang membuat kebutuhan terhadap hujan semakin mendesak. Salat istisqa menjadi salah satu ikhtiar masyarakat untuk memohon turunnya hujan sekaligus berharap kondisi kabut asap segera membaik.
Asap karhutla juga memengaruhi kondisi atmosfer Kota Pontianak hingga mengubah tampilan langit pada siang hari. Langit Pontianak terlihat kuning kecokelatan akibat keberadaan asap dan tingginya konsentrasi partikulat di atmosfer.
BMKG mencatat kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar satu kilometer di Stasiun Meteorologi Maritim Dwikora Pontianak pada pukul 10.00 WIB. Citra satelit Himawari-9 pada pukul 13.00 WIB juga mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Barat yang bergerak dominan ke arah barat laut hingga utara.
BMKG menjelaskan banyaknya asap dan partikulat di atmosfer memengaruhi proses hamburan cahaya matahari. Kondisi tersebut membuat cahaya yang sampai ke permukaan tampak lebih redup dan berwarna kekuningan hingga jingga.
Fenomena langit menguning itu membuat suasana siang di Pontianak terlihat seperti menjelang sore. BMKG juga mendeteksi adanya transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia.
Kabut asap turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat Pontianak, dengan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat. Pemerintah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di tengah paparan asap.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap hujan segera turun untuk membantu meredakan dampak kemarau dan kabut asap. Salat istisqa di Masjid Raya Mujahidin pun menjadi momentum doa bersama masyarakat Pontianak menghadapi situasi karhutla yang masih berlangsung.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
15 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
15 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
8 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
8 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





