Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Ikuti Petunjuk Jalur Aplikasi, Mobil Elf Rombongan Wisata Terperosok di Tanjakan Bundelan

Azizatul Khifdiyah - Sunday, 27 September 2026 | 02:15 PM

Background
Ikuti Petunjuk Jalur Aplikasi, Mobil Elf Rombongan Wisata Terperosok di Tanjakan Bundelan
Mobil Elf rombongan wisata asal Boyolali terperosok di Tanjakan Bundelan usai ikuti Google Maps. Satu penumpang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka. (RMOL JATENG/)

​Sebuah kecelakaan tunggal tragis menimpa mobil Elf bernomor polisi AD 7081 GD yang membawa rombongan keluarga berisi 16 orang penumpang. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Tanjakan Bundelan yang terletak di perbatasan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Klaten, Jawa Tengah. Musibah ini bermula saat kendaraan melintasi jalur curam karena sang pengemudi berkendara mengikuti arahan dari aplikasi petunjuk jalan Google Maps.

​Insiden tersebut terjadi ketika rombongan melanjutkan perjalanan dari Ngandong, Kabupaten Boyolali, menuju kawasan pantai di Gunungkidul. Saat kendaraan berusaha melewati tanjakan pertama yang cukup curam, mesin mobil diduga mendadak kehilangan tenaga secara tiba-tiba. Pengemudi kemudian berusaha membanting setir ke arah kiri untuk menghindar, namun kendaraan justru bergerak mundur hingga menghantam pembatas dan jatuh ke area pasar desa di bawahnya.

​Kecelakaan yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026 siang ini mengakibatkan satu penumpang bernama Daryanti meninggal dunia. Selain korban jiwa, tiga orang penumpang dilaporkan mengalami luka berat, sementara sejumlah penumpang lainnya menderita luka ringan. Seluruh korban langsung dievakuasi oleh warga dan relawan setempat menuju Rumah Sakit Islam Cawas di Klaten untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

​"Korban ini sebenarnya dari Boyolali, tapi tamu dari Jakarta," kata relawan Joko Pamungkas.

​"Rencana mau ke Pantai Parangtritis Gunungkidul, berhubung sopirnya mengikuti google (maps) maka lewatlah Jalan Bundelan," lanjutnya.

​"Awalnya dari tempat saudara terus rencana ke Pantai Drini," kata salah satu penumpang selamat, Arsad.

​"Saat di tanjakan, mobilnya malah mundur lagi," benarnya.

​"Kami di mobil ada 16 orang, saudara semua," jelasnya.

​Berdasarkan laporan di lapangan, kecelakaan fatal ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan kios di area pasar desa. Beruntung tidak ada warga sekitar pasar yang menjadi korban jiwa dalam musibah ini karena kondisi lokasi pasar sedang tutup. Saat ini kepolisian masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti utama mengapa kendaraan tersebut dapat kehilangan tenaga secara mendadak.