Hujan Es dan Kemarau Terjang Lanny Jaya: Warga Terserang Penyakit, Pangan Lokal Ludes
Azizatul Khifdiyah - Tuesday, 22 September 2026 | 11:27 AM


Bencana hujan es dan kemarau panjang melanda Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan hingga memicu ancaman krisis pangan serta masalah kesehatan warga. Mengutip laporan Kompas.com, fenomena cuaca ekstrem ini merusak tanaman pertanian dan menyebabkan warga di tiga distrik mulai terserang berbagai penyakit. Dinas Kesehatan Lanny Jaya mengonfirmasi dampak serius tersebut terjadi di Distrik Kuyawage, Goa Baliem, dan Wano Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya Niel Yigibalom menjelaskan bahwa keluhan kesehatan warga terungkap setelah tim medis diterjunkan ke lokasi terdampak. Pihaknya mengerahkan sekitar 15 tenaga kesehatan yang didukung oleh tenaga medis dari puskesmas setempat untuk memberikan pelayanan langsung selama lebih dari dua minggu. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, warga ditemukan menderita diare, ISPA, mialgia, kecacingan, nyeri punggung bawah, skabies, sakit kepala, hingga hipertensi.
"Tim kita sudah masuk dan melakukan pelayanan," kata Niel dalam keterangan yang diterima Kompas.com pada Selasa (22/9/2026).
"Kami akan lakukan evaluasi, setelah itu tim akan kembali masuk pada Oktober mendatang karena masyarakat mulai terserang penyakit," lanjutnya.
Penanganan medis ini akan terus dipantau karena ancaman penyakit berpotensi berlanjut seiring kondisi lingkungan yang memburuk.
Selain sektor kesehatan, bencana cuaca ekstrem ini juga mengancam ketahanan pangan masyarakat Lanny Jaya secara signifikan. Fenomena hujan es yang disertai kemarau panjang mengakibatkan tanaman pertanian dan perkebunan warga rusak parah hingga mengalami gagal panen. Kondisi tersebut membuat ketersediaan pangan lokal terancam habis dan tidak mampu mencukupi kebutuhan harian warga.
"Pangan lokal sudah tidak ada lagi," kata Niel. Pihaknya mengingatkan jika tidak segera ditangani, krisis pangan ini berpotensi berlangsung hingga awal 2027. Karena itu, bantuan logistik perlu disalurkan secara konsisten untuk menyokong kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
Masyarakat terdampak saat ini membutuhkan bantuan dasar seperti bahan makanan, peralatan memasak, sabun, hingga perlengkapan tidur. Niel menekankan bahwa peralatan memasak sangat vital untuk memastikan warga mengonsumsi air minum yang telah dimasak hingga bersih. Dukungan perlengkapan kebersihan dan memasak ini berkaitan langsung dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat agar tidak semakin memburuk.
"Peralatan masak ini penting untuk memastikan masyarakat mengonsumsi air yang sudah dimasak dan bersih," jelasnya. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Dinas Kesehatan Lanny Jaya memastikan seluruh tenaga medis akan tetap bersiaga di lokasi. Pihak medis siap memberikan pelayanan lanjutan kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan penanganan kesehatan.
"Kami memastikan tenaga kesehatan kami sifatnya standby," tegas Niel.
"Apa pun keadaan dan kondisinya, kami siap," tambahnya.
Penanganan bencana ini dinilai tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata, tetapi harus mencakup pemenuhan air bersih dan kebutuhan dasar lainnya.
Dinas Kesehatan Lanny Jaya mengharapkan adanya sinergi dan dukungan penuh dari berbagai pihak pemerintah untuk mengatasi bencana ini. Penanganan dampak bencana disadari memerlukan kolaborasi antara Pemkab Lanny Jaya, Pemprov Papua Pegunungan, dan pemerintah pusat.
"Kami berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak," pungkas Niel.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
16 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
16 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
9 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
9 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





