Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Erupsi Gunung Marapi Semburkan Lava Pijar dan Hujan Abu Hingga Bukittinggi

Azizatul Khifdiyah - Monday, 28 September 2026 | 11:24 AM

Background
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Lava Pijar dan Hujan Abu Hingga Bukittinggi
Gunung Marapi Sumatera Barat erupsi pada Sabtu malam dengan menyemburkan lava pijar dan hujan abu tebal yang menjangkau Bukittinggi hingga Kabupaten Agam. (Antara Sumbar/)

​Berdasarkan laporan ANTARA, Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi hebat yang disertai letupan lava pijar pada Sabtu (26/9/2026) malam. Gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut melontarkan material vulkanik yang memicu hujan abu tebal di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam bagian timur. Fenomena alam ini terjadi akibat peningkatan aktivitas vulkanik pada Kawah Verbeek yang memicu getaran serta dentuman cukup keras.

​Erupsi yang memunculkan pancaran lava pijar tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) secara jelas tepat pada pukul 21.40 WIB. Letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi letupan berlangsung sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu hasil erupsi tidak dapat diamati secara visual oleh petugas karena peristiwa tersebut terjadi di tengah kegelapan malam hari.

​Dampak dari letupan Gunung Marapi tersebut langsung dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar area terdampak pada Minggu (27/9/2026) dini hari. Hujan abu yang berlangsung selama kurun waktu satu jam menutupi jalanan serta seluruh kendaraan yang tengah melintas di kawasan tersebut. Selain mengganggu pemandangan, paparan abu vulkanik tipis mirip pasir tersebut juga mulai mengancam kesehatan pernapasan warga.

​"Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis membuat sesak bernafas," kata seorang warga Bukittinggi, Pakiah Farid (38).

​Warga lainnya turut merasakan dampak langsung dari fenomena hujan abu vulkanik yang melanda kawasan pemukiman penduduk tersebut.

​"Hanya sebentar berdiri di luar sudah tebal seperti ini abunya," kata Romi.

​Menanggapi bencana tersebut, Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi menegaskan status gunung saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Petugas PGA Marapi di Bukittinggi mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek. Masyarakat di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga disarankan tetap waspada terhadap potensi bahaya ancaman banjir lahar dingin.

​Petugas juga memberikan petunjuk teknis langkah penanganan medis darurat guna melindungi diri dari bahaya sebaran abu vulkanik. Warga diminta selalu mengenakan masker, melindungi mata dan kulit, serta mengamankan sumber air bersih dari pencemaran. Petugas turut mengingatkan warga untuk rutin membersihkan tumpukan abu di atap rumah serta hanya memantau saluran informasi resmi pemerintah.

​"Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya," kata Bilal.