Erupsi Gunung Marapi Semburkan Lava Pijar dan Hujan Abu Hingga Bukittinggi
Azizatul Khifdiyah - Monday, 28 September 2026 | 11:24 AM


Berdasarkan laporan ANTARA, Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi hebat yang disertai letupan lava pijar pada Sabtu (26/9/2026) malam. Gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut melontarkan material vulkanik yang memicu hujan abu tebal di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam bagian timur. Fenomena alam ini terjadi akibat peningkatan aktivitas vulkanik pada Kawah Verbeek yang memicu getaran serta dentuman cukup keras.
Erupsi yang memunculkan pancaran lava pijar tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) secara jelas tepat pada pukul 21.40 WIB. Letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi letupan berlangsung sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu hasil erupsi tidak dapat diamati secara visual oleh petugas karena peristiwa tersebut terjadi di tengah kegelapan malam hari.
Dampak dari letupan Gunung Marapi tersebut langsung dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar area terdampak pada Minggu (27/9/2026) dini hari. Hujan abu yang berlangsung selama kurun waktu satu jam menutupi jalanan serta seluruh kendaraan yang tengah melintas di kawasan tersebut. Selain mengganggu pemandangan, paparan abu vulkanik tipis mirip pasir tersebut juga mulai mengancam kesehatan pernapasan warga.
"Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis membuat sesak bernafas," kata seorang warga Bukittinggi, Pakiah Farid (38).
Warga lainnya turut merasakan dampak langsung dari fenomena hujan abu vulkanik yang melanda kawasan pemukiman penduduk tersebut.
"Hanya sebentar berdiri di luar sudah tebal seperti ini abunya," kata Romi.
Menanggapi bencana tersebut, Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi menegaskan status gunung saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Petugas PGA Marapi di Bukittinggi mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek. Masyarakat di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Marapi juga disarankan tetap waspada terhadap potensi bahaya ancaman banjir lahar dingin.
Petugas juga memberikan petunjuk teknis langkah penanganan medis darurat guna melindungi diri dari bahaya sebaran abu vulkanik. Warga diminta selalu mengenakan masker, melindungi mata dan kulit, serta mengamankan sumber air bersih dari pencemaran. Petugas turut mengingatkan warga untuk rutin membersihkan tumpukan abu di atap rumah serta hanya memantau saluran informasi resmi pemerintah.
"Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya," kata Bilal.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
16 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
16 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
9 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
9 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





