Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok Terbongkar, Karutan Akui Kekurangan Petugas Hingga 1 Banding 100

Azizatul Khifdiyah - Monday, 05 October 2026 | 11:16 AM

Background
Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok Terbongkar, Karutan Akui Kekurangan Petugas Hingga 1 Banding 100
Rutan Kelas I Depok disorot atas dugaan pesta narkoba warga binaan. Karutan Ario Galih akui kendala pengawasan akibat rasio 10 petugas berbanding 1.279 narapidana per sif. (jpnn.com/)

​Dilansir dari portal berita JPNN, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menjadi sorotan publik setelah terungkapnya dugaan aktivitas dugem dan pesta narkoba di dalam kamar warga binaan. Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Madusen, mengonfirmasi adanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam melakukan pengawasan. Keterbatasan personil tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga keamanan rutan serta mencegah masuknya barang-barang terlarang.

​Ario mengakui bahwa jumlah petugas pengawas yang tersedia saat ini sangat tidak sebanding dengan total warga binaan yang harus dijaga setiap harinya.

"Kami jumlah SDM-nya kurang sekali," kata Ario saat memberikan penjelasan pada Minggu, 4 Oktober malam.

Ia mengungkapkan bahwa kendala keterbatasan personil tersebut berdampak langsung pada optimalisasi penjagaan keamanan di seluruh blok hunian.

​Ia menjelaskan bahwa dalam satu sif kerja, pihak rutan hanya menerjunkan sekitar 10 petugas untuk mengawasi ribuan warga binaan.

"Jadi, kalau per sif itu ada 10 orang dengan isi 1.279 itu kan bisa perbandingnya 1 banding 100 atau lebih," ujarnya menerangkan ketimpangan rasio tersebut.

Kondisi ini membuat para petugas menghadapi tantangan dalam melakukan pengawasan secara maksimal terhadap seluruh area dan warga binaan.

​Guna mengatasi masalah ketimpangan pengawasan tersebut, pihak Rutan Depok memutuskan untuk menggandeng sejumlah institusi dan pihak eksternal.

"Makanya kemarin kami tetap berusaha untuk mendukung kami pelaksanaan tugas dan komitmen Rutan Depok ini, kami menggandeng pihak eksternal dari kepolisian, dari TNI, dari BNNK, juga dari Brimob," jelasnya secara terperinci.

Pelibatan unsur eksternal ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk memperkuat pengawasan serta menggelar razia pengamanan.

​Menyusul terungkapnya dugaan pesta narkoba tersebut, pihak Rutan Depok telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah warga binaan yang disinyalir terlibat. Pihak manajemen rutan juga mendalami peran berbagai pihak yang diduga turut memfasilitasi terjadinya aksi pelanggaran di dalam kamar tersebut. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen pimpinan rutan dalam menyelesaikan masalah secara transparan dan tuntas.

​Ario menegaskan bahwa setiap pihak yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak Rutan Depok juga telah melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian guna menjalani proses penanganan hukum lebih lanjut. Langkah pelaporan ke kepolisian ini diharapkan dapat membongkar jaringan penyebaran barang terlarang di dalam rutan.

​Hingga seluruh proses pemeriksaan dan penanganan kasus selesai, pihak-pihak yang diduga terlibat tetap dipandang berdasarkan asas praduga tak bersalah. Langkah pengetatan keamanan serta kerja sama lintas instansi dipastikan akan terus ditingkatkan demi menjaga kondusivitas rutan. Pihak rutan berkomitmen untuk terus membenahi sistem pengawasan internal agar kejadian serupa tidak kembali terulang.